Minggu, 29 April 2012

draft skripsi bab 1-3


DRAFT SKRIPSI
Nama                          : Muhammad Munsir
Nim                             : 20403109035
Jurusan/ Fakultas     : Pendidikan Biologi/Tarbiyah dan Keguruan
Judul Skripsi             : Hubungan antara kepemilikan fasilitas belajar dengan peningkatan motivasi belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.
 

A.    Latar Belakang Masalah
Di dalam islam, istilah Pendidikan sudah bukan lagi merupakan hal yang asing, dari sejak pertama ayat al-Quran diturunkan yaitu surah al-Alaq ayat 1 sudah sangat jelas instruksi mengenai pendidikan yaitu  dari ayat yang berbunyi “iqra” yang berarti bacalah ‘’ bacalah’’. Bukan Cuma di dalam al-Quran saja, di dalam al-Hadis pun juga dikatakan bahwa tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat. Ini berarti bahwa perintah membaca dalam al-Quran serta konsep belajar seumur hidup dalam Hadis yang merupakan pilar serta komponen penting dalam pendidikan yang merupakan suatu kewajiban yang musti kita tunaikan sebagai seorang insan manusia apa lagi kita yang memilih agama Islam sebagai pedoman hidup dalam bersosialisasi serta bermasyarakat .
Sejalan dengan dua landasan pokok dari agama Islam tersebut, maka negara kita yaitu Indonesia yang tentunya berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 secara terang-terangan dan sangat gamblang menjelaskan bahwa tujuan utama pendidikan ialah mencerdaskan kehidupan bangsasehingga menjadi suatu tanggung jawab bersama dari semua elemen pendidikan untuk melakukan upaya semaksimal mungkin mengupayakan agar tujuan tersebut menjadi kenyataan atau fakta tentunya dengan memperhatikan beberapa faktor dari ketersediaan sarana dan prasarana dari masing-masing daerah Indomesia tersebut.
Agar tujuan utama dari pendidikan tersebut bisa untuk kemudian terwujud, maka perangkat atau sarana dan prasarana dari pendidikan itu sendiri yang disini bertindak sebagai penunjang pendidikan harus diperhatikan, dipenuhi dan tidak di pandang secara sepihak saja karena dengan terlengkapi dan terpenuhinya perangkat pendidikan tersebut maka akan lebih mudah mencapai tujuan pendidikan. Perangkat pendidikan itu sendiri terbagi menjadi dua komponen utama yaitu sumber daya manusia (SDM) serta sumber daya bukan manusia (SDBM).
Contoh dari sumber daya manusia yang harus di penuhi agar tujuan pendidikan dapat tercapai ialah adanya guru serta peserta didik atau murid sedangkan untuk sumber daya bukan manusianya itu sendiri mencakup perpustakaan, laboratorium, tempat ibadah, termasuk fasilitas-fasilitas pembantu seperti buku diktat (paket), alat elektronik seperti komputer atau laptop serta masih banyak lagi.
Tidak sama dengan dunia sekolahan, dunia kampus memiliki sistem tersendiri yang sangat berbeda dengan dunia sekolahan tadi. Dimana ketika saat kita masih didunia sekolahan kita bagaikan seekor anak ayam yang harus terus menerus di kawal oleh induknya karena pembelajaran bersifat desentralisasi pada guru, didunia kampus hal itu sangat berbeda sebab apa yang disampaikan oleh dosen atau pengajar Cuma sebagai bahan mentah sehingga jika kita hendak menjadikannya bahan konsumsi kita harus mengolah dan meramunya dengan tenaga, kualifikasi (kemampuan), serta fasilitas kita sendiri. Inilah yang menjadi alasan mengapa orang-orang selalu sesuai yang peneliti lansir dari www.duniakampus.com.
Sumber tersebut mengasumsikan bahwa ilmu yang diperoleh di dunia sekolah yaitu 80:20 dimana 80% di sekolah saat tatap muka dengan guru dan 20% di luar sekolah, memang sangat berbeda dengan dunia kampus yang justru berbanding terbalik yaitu ilmu yang di dapat di dunia kampus saat tatap muka dengan dosen yaitu sebanyak 20% dan di dunia luar sebanyak 80% dalam artian gaya belajar di dunia kampus adalah gaya belajar mandiri sehingga jika seorang mahasiswa atau mahasiswi memiliki kelengkapan fasilitas belajar yang memadai seperti ketersediakan komputer (laptop), Handphone serta buku diktat atau paket yang relevan akan sangat membantu.
Karena perbandingan itu pulalah kemudian tidak di pungkiri bahwa akan sangat berbeda kualitas dari mahasiswa maupun mantan mahasiswa atau alaumni yang terjun kedua kerja yang memiliki fasilitas belajar memadai dibandingkan dengan yang tidak dilihat dri ukuran kemanpuannya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, apalagi menghadapi era globalisasi dewasa ini yang seakan siap membunuh serta memangsa siapa saja yang tidak bisa menangkal pesona kemajuan serta perkembangan IPTEK yang ikut serta dengannya karena disadari atau tidak terdapat suatu hubungan yang sangat erat antara kedua hal tersebut yaitu kualitas sumber daya manusia yang berakar pada besarnya motivasi belajar dengan kepemilikan fasilitas belajar yang memadadari mahasiswa atau mahasiswi tersebut. Inilah kiranya yang masih kurang disadari oleh para birokrasi, orang tua, serta mahasiswa/mahasiswi itu sendiri sehingga setiap tahun jumlah pengangguran kita selalu bertambah.
Disamping itu beberapa fenomena seperti penyalahgunaan fasilitas laptop serta HP untuk beberapa kegiatan seperti bermain game, mencari dan mendownload vidio-vidio porno, facebook tampa kenal waktu dan masih banyak lagi yang sungguh sangat memprihatinkan karena orang tua mereka menyediakan laptop atau HP (fasilitas belajar) tersebut bukan untuk di pakai untuk tujuan lain selain untuk belajar, akan tetapi yang terjadi justru pada para mahasiswa tersebut justru menyalahgunakan fasilitas-fasilitas yang di berikan oleh orang tua tadi sehingga bukannya meningkatkan minat belajar serta motivasi belajar yang sangat berperan dalam peningkatan prestasi akademiknya justru malah membuat motivasi belajarnya tambah menurun yang sangat gampang diketahui dengan menurunnya jumlah IPK (indeks prestasi kumulatif).
Fenomena mencengangkan ternyata berlaku secara global disetiap lembaga pendidikan tinggi (universitas, institut, akademi, sekolah tinggi, dll) baik yang bertatus negeri maupun swasta atau yang berlandaskan agama atau umum disamping juga dampaknya yang juga sangat global yang mungkin tidak hanya berdampak kepada mahasiswa mrlainkan juga kepada para orang tua mahasiswa dan para dosen serta universitas itu sendiri tempat mahasiswa melakukan aktivitas akademik, hal inilah yang kemudian sekarang terjadi di kampus yang peneliti yaitu UIN Alauddin Makassar tepatnya di jurusan Pndidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan untuk itulah penulis lalu menyusun skripsi dan penelitian yang berjudul “Hubungan antara kepemilikan fasilitas belajar dengan peningkatan motivasi belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Fakulutas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar”.
B.                 Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka penulis dapat mengutarakan beberapa permasalahan sebagai berikut:
1.      Bagaimana gambaran kepemilikan fasilitas belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar?
2.      Bagaimana motivasi belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar?
3.      Apakah hubungan antara kepemilikan fasilitas belajar dengan peningkatan motivasi belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar?
C.                Hipothesis:
Dalam hipothesis ini peneliti akan memberikan jawaban sementara atas permasalahan yang telah dikemukakan diatas. Adapun hipothesis tersebut adalah sebagai berikut:
            Terdapat hubungan antara kepemilikan fasilitas belajar dengan peningkatan motivasi belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.
D.                Tujuan dan Manfaat Penelitian
                 Pada prinsipnya tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan yang dirumuskan di atas agar pada kemudian hari hasil penelitian dari peneliti memiliki nilai guna untuk kemaslahatan bersama. Secara operasional tujuan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1.      Tujuan penelitian
            Berdasarkan pada rumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Untuk mengetahui gambaran dari kepemilikan fasilitas belajar dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Kgeuruan UIN Alauddin Makassar.
b.      Untuk mengetahui gambaran dari motivasi belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.
c.       Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan anatara kepemilikan fasilitas belajar dengan peningkatan motivasi belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.


2.      Manfaat penelitian
Untuk tujuan aplikatif dari penelitian ini, maka adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Manfaat ilmiah
            penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan personal dari peneliti sendiri untuk mengetahui keterkaitan atau hubungan anatara kepemilikan fasilitas belajar dengan peningkatan motivasi belajar mahasiswa Jurusan pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.
b.      Manfaat praktis
            penelitian ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan kontribusi kepada pihak berikut:
1). Mahasiswa.
            Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Alauddin Makassar tentang pentingnya memanfaatkan dengan baik fasilitas belajar yang telah diberikan orang tua sebagai mana fungsinya.
2). Orang tua/wali  mahasiswa.
            Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi orang tua/wali Mahasiswa agar melakukan pengontrolan pada anak-anaknya yang telah memiliki fasilitas belajar agar fasi;itas tersebut berguna sesuai dengan peruntukannya. Disamping itu, bagi orang tua lain yang anaknya belum memiliki fasilitas belajar agar mengusahakan agar si anak memiliki fasilitas belajar yang memadai sehingga motivasi belajarnya bertambah dan prestasi belajarnyapun akan meningkat.
3). Dosen mahasiswa
            Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman kepada para dosen yang mengajar dan membimbing para mahasiswa agar setidaknya menyediakan dan menyarankan kepada mahasiswa tentang pentingnya fasilitas belajar untuk menunjang kenyamanan proses belajar mengajar yang berdampak pada peningkatan motivasi belajar, tentunya fasilitas yang dimaksud harus disesuaikan dengan kemampuan ekonomis/financial dari para mahasiswa.
4). Birokrasi kampus
            Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kesadaran kepada para birokrasi kampus tempat para mahasiswa melakukan aktivitas akademik agar menyediakan berbagai fasilitas yang layak seingga kemudian diharapkan membantu  dan menggenjot para mahasiswa untuk   meningkatkan potensi akademiknya.
E. Defenisi Operasional Variabel
            Agar pada kemudian hari tidak penafsiran salah terhadap variabel yang ada pada penelitian ini, maka penulis lalu memberikan defenisi operasional variabel dari judul  yang peneliti ambil diantaranya adalah sebagai berikut berikut:

1.         Kepemilikan fasilitas belajar
Kepemilikan adalah suatu hal subjektif yang dimiliki seseorang terkait dengan sifat menguasai, mempergunakan dan mengontrol objek-objek tertentu. Cakupan kepemilikan ini ada yang sifatnya memiliki tapi tidak menggunakan kepemilikannya itu sesuai peruntukannya dan ada pula yang tidak.Sedangkan fasilitas merupakansarana untuk melancarkan pelaksanaan fungsi tertentu. Sedangkan belajar menurut Notoatmodjo (1990) adalah usaha untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup, sehingga kepemilikan fasilitas belajar yang peneliti maksud disini adalah sifat memiliki fasilitas dari para mahasiswa agar nanti memudahkan mahasiswa tersebut dalam melakukan proses pembelajaran untuk menunjang prestasi akademiknya yang ditandai dengan peningakatan minat dalam belajar. Terkait dengan fasilitas belajar, maka penulis membatasi fasilitas belajar seputar pada komputer atau laptop, Handphone serta buku diktat, paket, atau buku-buku penunjang lain yang relevan dengan mata kuliah dari mahasiswa.
2.      Motivasi belajar
Motivasi merupakan suatu dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan deng an tujuan tertentu, sedangkan menurut Wlodkowski (1985) menjelaskan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkanatau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut.
Sehingga motivasi belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang timbul dari dalam diri seseorang yang memberikan suatu dorongan untuk menguasai sesuatu disiplin keilmuan tertentu agar dapat digunakan untuk bertahan hidup saat sekarang dan  di masa yang akan datang. Adapun motivasi belajar yang peneliti maksud disini adalah dengan adanya fasilitas belajar yang dimiliki oleh para mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin, maka hal tersebut akan mendorong, membantu dan memacu semangat para mahasiswa atau mahasiswi sehingga motivasi belajarnya meningkat yang kemudian diharapkan  merdampak pula pada peningkatan prestasi belajarnya yang ditandai dengan pertambahan jumlah IPK setelah sebelumnya berdampak pada kerajinan mahasiswa mengiktui proses erkuliahan dengan antusias.
f. Tinjauan Pustaka
            1. Fasilitas belajar
Fasilitas belajar merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan belajar mengajar" Agar siswa dapat mencapai tujuan secara maksimal, maka siswa perlu pengadaan fasilitas belajar yang tersedia di sekolah, di rumah dan di masyarakat" Adanya fasilitas belajar akan memunculkan motivasi siswa dalam melakukan aktivitas belajar yang biasa dilakukan oleh siswa atau dalam bahasa sederhana disebut dengan kebiasaan belajar yang pada akhirnya akan menentukan keberhasilan belajar siswa" Kebiasaan ini meliputi kebiasaan belajar di sekolah dan di rumah (Arifianty:2011).
            Fasilitas belajar dapat pula diartikan sebagai salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Fasilitas ini juga berperan penting dalam memberikan kemudahan bagi siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar baik di rumah maupun disekolah seusai makna terminologisnya yaitu facility yang berarti mempermudah dan membantu.
            Fasilitas belajar tidak hanya dibutuhkan mahasiswa di kampus saja akan tetapi juga diperlukan ketika mahasiswa belajar di rumah/ tempat tinggal. Mahasiswa yang ingin belajar di rumah terkadang kesulitan mencari dan mememuhi tuntutan tugas dari dosennya akibat tiadak adanya berbagai sarana dan prasarana, misalkan ketika mahasiswa diberikan tugas untuk membuat makalah ilmiah atau karya tulis lain maka ketersediaan fasilitas laptop atau komputer sangat mendukung. Disamping itu, contoh lain misalnya ketika si mahasiswa ingin mengetahui informasi terbaru tentang jadwal, perkuliahan dan sebagainya maka ketika si mahasiswa tidak memiliki fasilitas HP akan membuat sang mahasiswa tersebut akan terputus komunikasinya dengan dosen atau ketua tingkat yang memiliki informasi tentang jadwal perkuliahan atau tentang penugasan .
            Menurut slameto (2003) menyatakan bahwa seseorang yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya misal makan, pakaian, perlindungan kesehatan dan lain-lain juga membutuhkan fasilitas belajar seperti ruang belajar, meja, kursi, penerangan, alat tulis menulis, komputer atau laptop, HP, serta ketersediaan buku paket. Fasilitas belajar itu hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai cukup uang.

            Cakupan fasilitas belajar sangat banyak sekali termasuk diantaranya adalah fasilitas belajar elektronik (televise, computer, laptop), cetak 9buku,diktat, kitab, dsb), gambar dan lain lain, oleh Karena itulah peneliti membatasi fasilitas belajar yaitu diantaranya adalah sebagi berikut:
1.      laptop
Pengertian Laptop (dikenal juga dengan istilah notebook/powerbook) adalah komputer portabel (kecil dan dapat dibawa ke mana-mana dengan mudah) yang terintegrasi pada sebuah casing. Beratnya berkisar dari 1 hingga 6 kilogram tergantung dari ukuran, bahan dan spesifikasi. Sumber listrik berasal dari baterai atau A/C adaptor yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai dan menyalakan laptop itu sendiri. Baterai Laptop pada umumnya dapat bertahan sekitar 1 hingga 6 jam bergantung pada cara pemakaian, spesifikasi, dan ukuran baterai.
            Berbeda dengan komputer desktop, laptop memiliki komponen pendukung yang didesain secara khusus untuk mengakomodasi sifat komputer jinjing yang portabel. Sifat utama yang dimiliki oleh komponen penyusun laptop adalah ukuran yang kecil, hemat konsumsi energi, dan efisien. Komputer jinjing biasanya berharga lebih mahal, tergantung dari merek dan spesifikasi komponen penyusunnya, walaupun demikian harga komputer jinjing pun semakin mendekati desktop seiring dengan semakin tingginya tingkat permintaan konsumen.
Sebagai komputer pribadi, Laptop memiliki fungsi yang sama dengan Komputer Desktop meskipun dengan kemampuan yang lebih rendah. Komponen yang terdapat didalamnya adalah sama dengan yang terdapat pada Komputer Desktop dengan ukuran yang diperkecil, lebih ringan, tidak panas dan irit listrik. Laptop kebanyakan menggunakan layar LCD (Liquid Crystal Display) berukuran 10 inci hingga 17 inci bergantung dari ukuran laptop itu sendiri. Selain itu, keyboard yang terdapat pada Laptop juga dilengkapi dengan touchpad atau dikenal juga sebagai trackpad yang berfungsi sebagai penggerak kursor mouse. Keyboard dan Mouse tambahan dapat dipasang melalui soket USB.
2.      Handphone
Telepon seluler (ponsel) atau telepon genggam (telgam) atau handphone (HP) atau disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Badan yang mengatur telekomunikasi seluler Indonesia adalah Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).
            Tidak hanya produsen yang menerima manfaat dari adanya HandPhone. Kita sebagai konsumenpun bisa merasakan manfaatnya. Manfaat yang kita dapat meliputi berbagai aspek kehidupan. Ada pun manfaat yang kita terima adalah sebagai berikut:

a. Segi Komunikasi
            Kalau jaman dahulu manusia biasa berkomunikasi lewat batin atau kelebihan yang dikarunia oleh Allah kepada orang yang dikehendaki. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan manusia memilih berkomunikasi lewat tulisan yang dikirimkan lewat pos dan di era milinium ini, manusia pun memilih berkomunikasi lewat HandPhone karena cara ini dinilai lebih praktis daripada alat-alat komunikasi yang ada sebelumnya.
            Dengan adanya HandPhone komunikasi semakin lancar. Kita bisa tepat berkomunikasi tanpa harus memperhitungkan jarak dan tempat kita tinggal. Kita bisa berkomunikasi tanpa terikat tempat karena kalau kita berkomunikasi lewat HP kita lebih praktis dan efisien baik dari segi pemakaian atau pun dari segi cara kita membawa alat komunikasi tersebut.
b. Segi Sosial
            Kita bisa memperbanyak teman lewat HandPhone dengan cepat dan mudah. Kita bisa berbagi kabar dengan teman dan kerabat kita yang berada di dalam negri maupun di luar negri tanpa harus menunggu waktu terlalu lama. Dengan adanya HP, Kita tidak perlu lama-lama mengirimkan, kalau ada yang cepat buat apa kita memilih cara yang lama untuk berbagi. Dengan adanya HP, kita tidak perlu menggunakan jasa pos yang dinilai sangat lamban mengirimkan kabar daripada HP.
c. Segi Pendidikan
            Bagi kita yang kebetulan berada dalam ruang lingkup pendidikan, kita tak perlu pusing untuk menambah ilmu pengetahuan. Dengan HP, kita bisa menambah ilmu pengetahuan dengan mudah tanpa harus menemui guru pembimbing. Caranya sangat mudah, kita tekan tombol-tombol tertentu yang ada di HP Kita maka dengan mudah HP tersebut akan menghubungi nomer yang dituju. Kita bisa berbicara dengan dosen atau guru tentang masalah pendidikan. Masalah politik. Masalah keluarga atau pun berbagai masalah yang kita inginkan.
            Tak hanya itu, kita bisa mengakses berbagai ilmu pengetahuan lewat fitur GPRS yang berada di HP. Kita bisa bertukar gambar dengan teman kita melalui fitur MMS dan kita pun bisa saling bertukar lagu dengan teman melalui fitur Bluetooth dengan catatan HP yang kita punya menyediakan fitur tersebut. Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat bagi kita semua, baik sebagai produsen maupun konsumen HP atau kita sebagai pengamat maupun penikmat.
3.      Buku paket/diktat
Buku-buku aket/diktat adalah salah satu fasilitas belajar yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa. Siswa yang ingin berhasil selalu berusaha memiliki dan mempelajari buku-buku yang relevan dengan belajarnya. Buku-buku yang dimaksudkan adalah buku wajib/paket yang digunakan dalam kegiatan belajar. Kebanyakan bahan studi atau sumber bahan pelajaran berasal dari media cetak. Buku teks bukanlah novel karena isinya menyangkut bahan yang menantang pemikiran lebih lanjut. Siswa yang memiliki buku-buku wajib/paket Biologi akan memperlancar kegiatan belajar. Oleh karena itu buku wajib/paket sangat menunjang terciptanya proses belajar yang dapat meningkatkan prestasi belajar.
2.  Motivasi belajar
Kata motivasi berasal dari bahasa Latin yaitu movere, yang berarti bergerak (move). Motivasi menjelaskan apa yang membuat orang melakukan sesuatu, membuat mereka tetap melakukannya, dan membantu mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas. Hal ini berarti bahwa konsep motivasi digunakan untuk menjelaskan keinginan berperilaku, arah perilaku (pilihan), intensitas perilaku (usaha, berkelanjutan), dan penyelesaian atau prestasi yang sesungguhnya (Pintrich, 2003).

Dalam kegiatan belajar, maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai (Sardiman, 2000).
Adapun kalau menurut Brophy (2004) menyatakan bahwa motivasi belajar lebih mengutamakan respon kognitif, yaitu kecenderungan siswa untuk mencapai aktivitas akademis yang bermakna dan bermanfaat serta mencoba untuk mendapatkan keuntungan dari aktivitas tersebut. Siswa yang memiliki motivasi belajar akan memperhatikan pelajaran yang disampaikan, membaca materi sehingga bisa memahaminya, dan menggunakan strategi-strategi belajar tertentu yang mendukung. Selain itu, siswa juga memiliki keterlibatan yang intens dalam aktivitas belajar tersebut, rasa ingin tahu yang tinggi, mencari bahan-bahan yang berkaitan untuk memahami suatu topik, dan menyelesaikan tugas yang diberikan. Siswa yang memiliki motivasi belajar akan bergantung pada apakah aktivitas tersebut memiliki isi yang menarik atau proses yang menyenangkan. Intinya, motivasi belajar melibatkan tujuan-tujuan belajar dan strategi yang berkaitan dalam mencapai tujuan belajar tersebut.
g. Kerangka berfikir
Seperti teori-teori yang telah dikemukakan terlebih dahulu, kerangka pikir merupakan penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi obyek permasalahan yang diajukan. Masalah fasilitas merupakan masalah yang cukup mendasar dalam peningkatan motivasi belajar mahasiswa. Jika hanya belajar dengan tanpa fasilitas belajar yang lengkap, kecil kemungkinan untuk mendapatkan motivasi belajar yang baik.
h. Metodologi Penelitian
1. Variabel dan Desain Penelitian
a).  Variabel Penelitian
Variabel adalah konsep yang diberi lebih dari satu nilai. Variabel secara umum dapat dibagi menjadi : variabel bebas (independent variabel), yaitu faktor, hal, peristiwa, besaran yang menentukan atau mempengaruhi variabel terikat. Sedangkan variabel yang kedua adalah variabel terikat (dependent variabel), yaitu variabel yang nilainya dapat ditentukan atau dipengaruhi oleh variabel bebas. Singarimbun dan Effendi (1989:48)
Penelitian ini adalah tentang kaitan antara motivasi belajar mahasiswa jrurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar dengan fasilitas belajar, sehingga pada penelitian ini terdapat dua variabel utama yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas  diberi notasi X dan variabel terikat yang diberi notasi Y.
Variabel bebas yaitu fasilitas belajar (X) dan variabel terikat yaitu prestasi belajar/hasil belajar siswa (Y). Variabel bebas diperoleh dengan memberikan kuesioner kepada subyek/mahasiswa, sedang variabel terikat diperoleh dari nilai motivasi belajar masing-masing siswa.
2. Desain Penelitian
Desain penelitian ini adalah rencana penelitian yang dipergunakan oleh peneliti guna mencapai tujuan penelitian yang telah dirumuskan.
Desain hubungan antara variabel dapat dilihat seperti model berikut ini:

Motivasi Belajar
Belajar
belajar
Fasilitas
Belajar
belajar
                                                    

3. Populasi dan Sampel
a.  Populasi
Dalam suatu penelitian, penentuan populasi mutlak dilakukan. Hal ini disebabkan karena populasi memberikan batasan terhadap obyek yang diteliti dan memberikan batas-batas generalisasi bagi kesimpulan penelitian.
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono 2009, 90). Sedangkan menurut Arikunto (2002, 30) populasi merupakan keseluruhan objek penelitian.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan  seluruh mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Alauddin Makassar.
b.  Sampel
Menurut Sutrisno Hadi (1986:24) bahwa: ”Sampel adalah sejumlah penduduk yang jumlahnya kurang dari populasi”. Selanjutnya Arikunto (2006:120) menjelaskan bahwa:
Apabila populasi kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah populasinya besar maka dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih.

Dari pendapat tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagai wakil dari populasi penelitian dimana kesimpulan dapat di peroleh dari sampel yang akan diperlukan untuk populasi.
Penarikan sampel dalam penelitian ini adalah dengan randomisasi. Proses pengambilan sampel dari populasi ditentukan dengan cara random. Menurut Sutrisno Hadi (1986:223) bahwa:
Suatu cara disebut random kalau kita tidak memilih-milih individu-individu yang kita tugaskan untuk mengisi sampel kita. Sampel yang kita peroleh dengan cara ini disebut sampel random atau random sampel. Suatu sampel adalah sampel random jika tiap-tiap individu dalam populasi diberikan kesempatan yang sama untuk ditugaskan menjadi anggota sampel.

Penarikan sampel secara random ini dilakukan dengan teknik acak. Adapun yang menjadi sampel penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Angkatan 2011yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling.
4.      Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk menyaring informasi yang dapat menggambarkan Statistik variabel penelitian Instrumen penelitian dalam suatu penelitian adalah hal yang sangat penting, sebab data yang dikumpulkan itu merupakan bahan pengujian hipotesis yang telah direncanakan.
Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Nana Sudjana (1989:192) bahwa: ”Instrumen sangat penting peranannya sebab tanpa instrumen yang baik, tidak dapat diperoleh data yang betul-betul dipercaya sehingga bisa mengakibatkan kesimpulan peneliti yang salah”.
Jadi instrumen penelitian atau teknik pengumpulan data hendaknya dapat menunjang data sesuai dengan yang dibutuhkan agar penarikan kesimpulan dapat akurat.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah   kuesioner.Metode kuesioner adalah suatu cara mengumpulkan data dengan cara memberikan pertanyaan kepada siswa yang menyangkut fasilitas belajar yang digunakan.Kuesioner fasilitas belajar dimaksudkan untuk mengukur peralatan belajar yang dimiliki oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Angkatan 2011.
5.      Teknik Analisis Data
Pada tahap analisis data yang didasarkan data sampel, dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial. Adapun teknik analisis datanya sebagai berikut:
a.       Teknik analisis statistik deskriptif.
1).  Mean skor
Skor rata-rata atau mean dapat diartikan sebagai kelompok data dibagi dengan nilai jumlah responden. Rumus rata-rata adalah :
Χ = )                                       (Sugiyono, 2009)
Keterangan:
`X = Mean
  X = Frekuensi                    
N = Banyaknya data
2). Standar deviasi
SD =                                  (Sugiyono, 2009)
Keterangan:
SD         : Standar Deviasi
     : Total Skor Siswa
   : Jumlah Kuadrat Total skor siswa
              N         : Populasi
               Penentuan jenis pilihan jawaban dari angket dengan menggunakan skala likert melalui lima kategori jawaban. Jawaban setiap item instrument yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi yang sangat positif sampai negative. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :


                                                           Tabel
                                      Skor jawaban untuk setiap item
No
Pilihan jawaban
Skor
1.
2.
3.
4.
Sangat lengkap
Lengkap
Kurang lengkap
Tidak lengkap
4
3
2
1

b.      Teknik analisis statistik inferensial.
Statistik inferensial dipergunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan analisis Korelasi Pearson Product Moment.
1.                  Pengujian Hipotesis
         Untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara kedua macam variasisel digunakan analisis korelasi pearson product moment. Statistika inferensial digunakan untuk menguji hipotesis peneliatian. Untuk keperluan tersebut digunakan analisis korelasi Pearson Product Moment (rxy).
Rumus :
                                                                                          (Muh Arif, 2008)

Dimana :
     = Koefisien korelasi antara variable X dan Y.
N  = Jumlah populasi.
X  = Skor dari fasilitas belajar.
Y  = Hasil belajar.
Untuk mengetahui keberartian korelasi digunakan uji “t” dengan rumus:
                                           (Muh Arif, 2008)
Keterangan :
t = nilai koefisien korelasi
r = nilai korelasi
                        n = jumlah sampel
2.       Kaidah pengujian yaitu;
Jika:  t hitung ≥ t tabel , maka tolak H0 artinya tidak signifikan dan
          t hitung ≤ t tabel, terima H0 artinya signifikan
Dengan taraf signifikan : α = 0,05
            Untuk mengetahui berapa besar sumbangan variable bebas (X) terhadap variable terikat (Y) dapat diperoleh dengan berpedoman pada besarnya koefisien determinan, yakni r2 yang dinyatakan dalam persen (r2 x 100%).
Selanjutnya untuk kategori hasil belajar siswa digunakan teknik kategorisasi standar yang ditetapkan oleh Depdikbud (Satriani, 2008:58).



Tabel
Kategori hasil belajar
Persentase
Kategori
0-20
21-40
41-60
61-80
81-100
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat tinggi















DAFTAR PUSTAKA
Abimanyu, Soli. Teori Belajar Mengajar. PT. IKIPUjung Pandang Proyek Peningkatan/Pengembangan. 1980.

Ahmadi, Abu. 2003. Psikologi Umum. Jakarta:Rineka Cipta
Alwi, Hasan.2001.Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.

Ali, Muhammad. 2000.Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung. Sinar Baru Algesindo.

Anne, Bruce. 2004. How to Motivate Every Employe. Jakarta:Buana Ilmu Populer
Clements. 1996. Bersikap positif, Panduan Bagi Para Manager. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama

Dayakismi, Tri dan Hudaniah. 2003. Psikologi Sosial. Malang:Universitas Muhammadiyah Malang

Dimyati, dkk. 2006.Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Rineka Cipta.



Mappa, Syamsu.1979.Aspirasi Lingkungan Sosial dan Prestasi belajar. IKIP Jakarta.

Mustaqim dan Abdul Wahib.1990.Psikologi Pendidikan. Pt Rineka cipta.Jakarta.
Leete, Laura. 2000. Wage Equality and Employee Motivation in non Profit an For    Profit Organization. Jurnal of economic organization vol.45 (2000) 423-446. Diakses melalui (http://www.elsiver/locate/econbase) tanggal posting 07 Mei 2005

Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.

Slameto. 1995.Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta. PT. Rineka Cipta.


Syaiful bahri Djamareh, Drs. PsikologiBelajar. Jakarta. PT. Rineka Cipta. 2008.
                                                         
Sugiyono.2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung. Alfabeta
Sudarmanto, Y.B. 1993.Tuntutan Metodologi Belajar. Jakarta. PT. Gramedia Indonesia.

Tim Dosen. Strategi Belajar Mengajar. Makassar. UIN Alauddin Press. 2006.
Wikipedia. 2012. Defenisi Laptop http://id.wikipedia.org/wiki/Laptop, diakses pada tanggal 28 April 2012

Winkel. Psikologi Belajar. Jakarta. PT. Rineka Cipta. 1996.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar