napak tilas dari apa yang pernah dan belum kita lakukan
tergambar dengan jelas bahwa masa lalu begitu rupawan
dan masa depan yang begitu dermawan...
apa yang terjadi ketika kita dipaksa harus memilih...???
kita akan diperhadapkan pada pilihan terhadap apa yang paling kita benci dan apa yang paling tidak kita sukai....
apa yang musti kita lakukan ketika semuanya tiba menghilang...??
kita akan merasa sesak, lemah, an menghiba minta pertolongan....
apa yang kita harus perbuat ketika semuanya tiba-tiba menjadi begitu berbeda...??
kita akan terbawa arus, menjadi AKU disisi yang lain....dan DIA disisi yang lainnya.
terus buat apa terus-terusan berharap...??
apakah dalam harapan terdapat doa....??
bukan....!!!
dalam harapan terdapat kelemahan....
kekurangan yang membimbing kita akan ketidakmampuan untuk bangkit
dalam harapan terdapat fatamorgana...
sebuah sosok abstrak yang memanjakan kita dengan banyak kenikmatan semu
dalam harapan terdapat kedustaan...
sebuah penmgakuan bahwa betapa lemahnya kita jika sendiri.
tapi....
kenapa harus takut sendiri jika kita bebas mengukir mimpi...???
kenapa malas bergelut dengan KEAKUAN jika itu membuat kita menjadi pribadi yang kua...???
kenapa harus malas menjejaki diri jika akhirnya kita mampu melahirkan sebuah defenisi....???
belajarlah bertanya,,,,,,
karena dalam bertanya ada nada yang tersembunyi
ada banyak fisafat yang tertutupi
ada segudang motivasi yang diselubungi
dan ada jutaan asa yang tidak pernah putus asa.
pergunakan 3 kata "JANGAN": 1. jangan pernah hidup dengan harapan agar tidak mati kelaparan 2. jangan pernah berhenti belajar agar menjadi pemenang di perantauan 3. jangan tunda sampai besok apa yang bisa kau kerjakan hari ini
lonelylove
Jumat, 17 April 2015
Kamis, 02 April 2015
INIKAH WUJUDMU WAHAI TUHAN...??? (sebuah cerpen)
Kriiiiiiing.....kriiiiing
Aku dibangunkan oleh sebuah suara alarm di telpon gengggam yang aku miliki. masih setengah sadar, samar-samar aku mengenali ruangan dimana sekarang aku berada sebagai sebuah kamar inap rumah sakit.
Aku hanya bisa sedikit duduk untuk merubah posisi yang entah sudah sejak kapan berbaring.
pada tangan kiriku, aku kenali lilitan infus yang berseblahan dengan darah. kemudian setelah susah payah bangkit untuk duduk, aku melihat hampir sekujur tubuh ku dibalut oleh perban.
ditengah sejuta pertanyaan yang menggelayut di pikiran ku. masuk seorang perempuan setengah baya memakai pakaian serba putih yang kukenali sebagai seorang perawat.
"bagaimana perasaannya dek, sudh agak baikan ?"
Aku menjawab hanya dengan sebuah anggukan yang dibalas oleh senyuman oleh sang perawat.
Sambil mengamati perawat tadi memeriksa tabung infus yang membelit lengan kiriku, aku memberanikan diri bertanya.
"apa yang terjadi pada saya bu' dan kenapa saya bisa berada ditempat ini ?"
pertanyaan itu dengan segenap tenaga akhirnya keluar dari mulutku.
"ceritanya panjang dek."
cuma itu kata yang keluar dari mulut perawat tadi.
Perlahan mulai aku mengumpulkan ingatan awal kenapa aku bisa berada di ruangan ini.
Ternyata tepat satu minggu sebelumnnya di kampus tempat aku menimba ilmu, temn-teman sesama anggota organisasi ekstrakampus yang aku masuki menggelar rapar kordinasi untuk menyikapi langkah yang akan di ambil untuk mensiasati kenaikan kahrga BBM.. awalnya diskusi cuma sebatas saling tukar menukar pendapat saja.
"Saya pribadi bingung dengan aktivitas para kader baru di organisasi kita yang sepertinya telah kehilangan nafas pergerakan"
Percakapan dimulai dari argumen kak Herman yang merupakan kakak senior dan orang yang bisa dikatakan paling lama berada di tubuh organisasi.
"teman-teman kader seharusnya bersifat masif, cerdik, dan adaptif memanfaatkan isu global dan bisa memanfaatkan itu untuk kepentingan organisasi"
lanjut kak Herman yang memang kalau urusan politik praktis keahliannya sangat hebat.
"saya tidak setuju kawan..! pendapatmu itu mencederai nafas itelektualisme yang kita jaga selama ini di tubuh organisasi"
Pendapat itu langsung kukenali sebagai suara dari kak Jusman, teman satu angkatan dari kak Herman yang juga merupakan anggota dewan pembembina organisasi yang saat ini aku masuki.
pada awalnya aku sangat tidak peduli dengan organisasi-organisasi yang banyak ragam dan jenisnya di kampus. akan tetapi, satu minggu setelah selesai masa orientasi aku tidak sengaja melewati gerbang kampus yang sedang ramai karena sedang berlangsung aktivitas demonstrasi.
dengan sangat menggebu-gebu, sang orator yang bertubuh kurus dengan memnggunakan pengikat kepala segitiga dari kain bendera organisasi dengan gagah meneriakkan pendapat dan kritik tajammnya tentang akibat yang ditimbulkan dari ketidakpedulian pemerintah terhadap rakyatnya.
Aku sangat kagum akan kemampuan retorika luar biasa sang orator sehingga aku kemudian tertarik untuk bergabung dengan organisasi kemahasiswaan sang orator. tidak terlalu sulit untuk menjadi kader, cukup datang saja ke sekertariat organisasi, mengisi, formulir, dan mengikuti pengkaderan selama satu minggu.
hari-hariku sebagai seorang mahasiswa menjadi lebih berwarna sejak keikutsertaanku dalam organisasi ini. aktivitasku bukan lagi hanya seputar kamar, kampus, kakus, serta kos saja.
apalagi ternyata sang orator yang dulu aku kenali berteriak dilapangan saat mahasiswa baru selalu dengan senang hati memberikan pencerahan intelektual dengan diskusi seputar politik, kebudayaan, sosial, teknologi dan sebagainya. itu yang membuatku semakin betah untuk berlama-lama di sekertariat.
"BRAAAAK...!!!"
sebuah bantingan keras membuat gelas plastik yang berisi kopi hitam milik kak Herman yang dibanting kemudian membuyarkan lamunanku dan membawaku kembali pada sengitnya diskusi yang aku sedang ikuti saat ini.
"kamu itu orangnya terlalu idealis Jusman, itulah alasan kenapa para kader sekarang semuanya bermental tempe...!!!"
kata dan intonasi kasar itu kemudian keluar dari mulut kak Herman.
"bukan begitu kawan, kamu sangat tidak mengerti akan situasi aktual sekarang ini" jawab kak Jusman singkat
"Apa maksud mu..?! bukankah jelas sekarang kita tidak bisa berpangku tangan lagi...?! ayolah kamu jangan seperti kader baru yang tidak tahu apapun seperti mereka"
kata-kata itu melunjur begitu saja dari mulut kak Herman disampign telunjuk dan matanya diarahkan pada kami para kader muda yang berjumlah sebelas orang yang duduk melingkar.
"Argumenmu tidak lebih bagus dari candaan Payabok bung...!!!"
hanya itu pendapat yang keluar dari mulut kak Jusman. sekian lama bersama-sama dengan kak Jusman di organisasi baru kali ini aku melihat dan mendengar kak Jusman berkata kasar. selama ini dia selalu mendiktekan pada kami para kader baru akan pentingnya kesopanan berbicara dan bertingkah laku sehingga masyarakat bisa membedakan mana Mahasiswa mana Tukang Becak.
"OK....Mulai sekarang arah haluan pergerakan kita tidak lagi sama Bung... kamu dengtan caramu dan aku dengan caraku" sanggah kak Herman.
"Baik...sekarang kita voting, mana dari adik-adik kader yang mau ikut dengan mu dan mana yang mau ikut dengan ku..." jawab kak Jusman.
saat itulah awal mula keretakan dua kubu dalam organisasi kami. diantara sebelas orang kader batru yang ikut rapat. sebanyak 5 orang ikut dengan kak Herman dan sisanya ikut dengan kak Jusman, termasuk aku.
sejak pertengkaran yang terjadi beberapa waktu lalu di nsekertariat, teman-teman sesama kader baru yang ikut dengan kak Herman sudah sangat jarang ikut aktif di sekertariat. apa lagi sekeradar duduk sebentar untuk berdiskusi. keadaan ini oleh Kak Jusman dinilai sebagai hal biasa.
"hidup adalah pilihan dek..."
itulah kata yang keluar dari mulut kak Jusman setelah aku tidak lagi tahan untuk tidak bertanya.
praktis sejak saat itu, teman-teman kader yang ikut dengan Kak Herman, hanya datang ke sekertariat untuk mengisi daftar hadir sebagai sebuag kewajiban bagi para kader baru. setelah itu mereka langsung menghilang entah kemana. aktivitas diskusipun seperti biasanya berlangsung seru meski tidak seramai yang dulu.
berselang tiga hari sebelum aku berada diruangan perawatan rumah sakit ini. seingatku berlangsung sebuah demontrasi gabungan semua mahasiswa diseluruh kampus di provinsi tempat aku tinggal. waktu itu bertepatan dengan hari anti lingkungan hidup sedunia yang dirangkaikan dengan kunjungan bapak wakil Presiden yang berasal dari Provinsi trempat aku tinggal.
sebagai organisasi kamahasiswaan yang tergolong Militan di Indonesia, organisasi tempat aku berada langsung merespon kunjungan itu dengan melakukan pawai besar-besaran dengan menggunakan kendaraan bermotor. setelah pada malam harinya kami para kader, baik itu baru maupun yang sudah lama serta beberapa orang kakak dewan pembina diwajibkan untuk mengenakan jaket almamater kampus berserta atribut organisasi berupa bendera, topi dan kalung yang saat pengkaderan dulu kami diwajibkan untuk membelinya dengan harga yang tidak masuk akal.
disaat pawai akhirnya berakhir, kami para demontsran kemudian bergerak untuk memboikot pintu gerbang kampus dan menyandra mobil sepuluh roda yang kebetulan lewat di depan kampus kami.
setelah dengan susah payah kami paksa dan gertak akhirnya sopir mbil tersebut berhenti dan menurunkan muatannya yang berupa tanah timbunan di tengah jalan depan gerbang kampus kami. praktis ruas jalan arteri di kota kami tersebut lumpuh di sisi dimana timbunan tersebut berada.
dengan tidak mempedulikan suara sesak bunyi klason kendaraan dan amarah para masyarakat yang terganggu oleh ulah kami. dengan sigap sosok yang kukenali sebagai kak Jusman langsung naik ke bawdan mobil dengan memkbawa pengeras suara kemudia berorasi dengan rotorika yang aku kagumi sejak dulu.
tidak terlalu jrelas apa yang dibicarakannya, karena konsentrasiku terbagi antara lapar, haus, dan karena sengatan matahari yang pastinya dia berbicara tentang masalah aktual tentang lingkungan dan ketidakpedulian pemerintah terhadap nasib rakyat kecil. itu yang ku ingat.
namun setelah hampir setengah jam berorasi tiba-tiba dari areah lain datang mobil artileri yang dengan cepat aku kenali sebagai mobil SATUAN ANTI HURU-HARA kepolisian. dengan setengah memaksa, mereka langsung menyeret tubuh kak Jusman yang memang tidak seberapa besar ukurannya untuk turun. sangat jelas kami melihat, senior yang selama ini kami kagumi tidak berdaya melawan pukulan demi pukulan yang diberikan pada aparat tersebut yang aku lihat sebanyak lima orang.
tidak berapa lama berselang aku dan teman demonstran yang lain langsung berteriak bersamaan.
"SERBUUUUU....!!!!!"
dengan semua amarah yang meledak kami kemudian menyerang para aparat dengan membabi buta dan tentunya adalah hal yang gampang bagi para aparat tersebut untuk melumpuhkan kami yang hanya dipersenjatai bongkahan beton yang kami congkel di jalanan peping kampus kami.
tidak ada lagi yang aku ingat setelah itu sampai aku menyadari tubuhku telah terbaring lemah di rumah sakit.
setelah hampir satu minggu di rawat inap di rumah sakit, akhirnya aku di ijinkan pulang, ternyata selama dua minggu pihak rektorat kampus telah meliburkan para mahasiswanya.
karena agak jenuh di kamar kos dan karena merasa sudah baikan aku berangkat menuju kampus.
sangat sedih hatiku melihat kampus yang tampilanmnya sangat berantakan dengan batu dan kaca bangunan bertebaran dimana-mana serta serbang kampus dan beberapa bangunan yang rusak parah.
ternyata setelah penyerbuan yang kami lakukan, aparat kemudian berhasil melumpuhkan kami lalu memaksa kami untuk masuk kampus kemudian merusak beberapa fasilitas kampus kami.
aku tidak tahu lagi bagaimana kabnar teman-teman ku yang juga ikut berdemo, tapi berita yang aku dapat. bahwa senior yang aku kagumi kak Jusman belum sadar dari koma akibat pukulan keras yang dia perolehg di kepalanya. isu yang aku dapat bahwa penyerangan seperti binatang tempo hari di kampus kami ternyata didalangi oleh sebuah partai politik yang merupakan lawan politik dari presiden yang terpilih. di kota kami, partai tersebut memang aktif menjaring kalangan muda dan mahasiswa yang salah satu kader yang sangat aktif adalah kak Herman. orang yang pernah berselisih pendapat denganm panutan kami. dia dengan licik meminta dana dari partainya untuk menyuap para preman dan tukang pukul serta aparat untuk dengan sengaja membubarkan dan merusak aksi demontrasi kami.semuanya karena uang.
AH, Uang.....INIKAH WUJUDMU WAHAI TUHAN...???
Selesai.........
Makassar, 03 April 2015
dari Muh. Munsir Muchtar
Aku dibangunkan oleh sebuah suara alarm di telpon gengggam yang aku miliki. masih setengah sadar, samar-samar aku mengenali ruangan dimana sekarang aku berada sebagai sebuah kamar inap rumah sakit.
Aku hanya bisa sedikit duduk untuk merubah posisi yang entah sudah sejak kapan berbaring.
pada tangan kiriku, aku kenali lilitan infus yang berseblahan dengan darah. kemudian setelah susah payah bangkit untuk duduk, aku melihat hampir sekujur tubuh ku dibalut oleh perban.
ditengah sejuta pertanyaan yang menggelayut di pikiran ku. masuk seorang perempuan setengah baya memakai pakaian serba putih yang kukenali sebagai seorang perawat.
"bagaimana perasaannya dek, sudh agak baikan ?"
Aku menjawab hanya dengan sebuah anggukan yang dibalas oleh senyuman oleh sang perawat.
Sambil mengamati perawat tadi memeriksa tabung infus yang membelit lengan kiriku, aku memberanikan diri bertanya.
"apa yang terjadi pada saya bu' dan kenapa saya bisa berada ditempat ini ?"
pertanyaan itu dengan segenap tenaga akhirnya keluar dari mulutku.
"ceritanya panjang dek."
cuma itu kata yang keluar dari mulut perawat tadi.
Perlahan mulai aku mengumpulkan ingatan awal kenapa aku bisa berada di ruangan ini.
Ternyata tepat satu minggu sebelumnnya di kampus tempat aku menimba ilmu, temn-teman sesama anggota organisasi ekstrakampus yang aku masuki menggelar rapar kordinasi untuk menyikapi langkah yang akan di ambil untuk mensiasati kenaikan kahrga BBM.. awalnya diskusi cuma sebatas saling tukar menukar pendapat saja.
"Saya pribadi bingung dengan aktivitas para kader baru di organisasi kita yang sepertinya telah kehilangan nafas pergerakan"
Percakapan dimulai dari argumen kak Herman yang merupakan kakak senior dan orang yang bisa dikatakan paling lama berada di tubuh organisasi.
"teman-teman kader seharusnya bersifat masif, cerdik, dan adaptif memanfaatkan isu global dan bisa memanfaatkan itu untuk kepentingan organisasi"
lanjut kak Herman yang memang kalau urusan politik praktis keahliannya sangat hebat.
"saya tidak setuju kawan..! pendapatmu itu mencederai nafas itelektualisme yang kita jaga selama ini di tubuh organisasi"
Pendapat itu langsung kukenali sebagai suara dari kak Jusman, teman satu angkatan dari kak Herman yang juga merupakan anggota dewan pembembina organisasi yang saat ini aku masuki.
pada awalnya aku sangat tidak peduli dengan organisasi-organisasi yang banyak ragam dan jenisnya di kampus. akan tetapi, satu minggu setelah selesai masa orientasi aku tidak sengaja melewati gerbang kampus yang sedang ramai karena sedang berlangsung aktivitas demonstrasi.
dengan sangat menggebu-gebu, sang orator yang bertubuh kurus dengan memnggunakan pengikat kepala segitiga dari kain bendera organisasi dengan gagah meneriakkan pendapat dan kritik tajammnya tentang akibat yang ditimbulkan dari ketidakpedulian pemerintah terhadap rakyatnya.
Aku sangat kagum akan kemampuan retorika luar biasa sang orator sehingga aku kemudian tertarik untuk bergabung dengan organisasi kemahasiswaan sang orator. tidak terlalu sulit untuk menjadi kader, cukup datang saja ke sekertariat organisasi, mengisi, formulir, dan mengikuti pengkaderan selama satu minggu.
hari-hariku sebagai seorang mahasiswa menjadi lebih berwarna sejak keikutsertaanku dalam organisasi ini. aktivitasku bukan lagi hanya seputar kamar, kampus, kakus, serta kos saja.
apalagi ternyata sang orator yang dulu aku kenali berteriak dilapangan saat mahasiswa baru selalu dengan senang hati memberikan pencerahan intelektual dengan diskusi seputar politik, kebudayaan, sosial, teknologi dan sebagainya. itu yang membuatku semakin betah untuk berlama-lama di sekertariat.
"BRAAAAK...!!!"
sebuah bantingan keras membuat gelas plastik yang berisi kopi hitam milik kak Herman yang dibanting kemudian membuyarkan lamunanku dan membawaku kembali pada sengitnya diskusi yang aku sedang ikuti saat ini.
"kamu itu orangnya terlalu idealis Jusman, itulah alasan kenapa para kader sekarang semuanya bermental tempe...!!!"
kata dan intonasi kasar itu kemudian keluar dari mulut kak Herman.
"bukan begitu kawan, kamu sangat tidak mengerti akan situasi aktual sekarang ini" jawab kak Jusman singkat
"Apa maksud mu..?! bukankah jelas sekarang kita tidak bisa berpangku tangan lagi...?! ayolah kamu jangan seperti kader baru yang tidak tahu apapun seperti mereka"
kata-kata itu melunjur begitu saja dari mulut kak Herman disampign telunjuk dan matanya diarahkan pada kami para kader muda yang berjumlah sebelas orang yang duduk melingkar.
"Argumenmu tidak lebih bagus dari candaan Payabok bung...!!!"
hanya itu pendapat yang keluar dari mulut kak Jusman. sekian lama bersama-sama dengan kak Jusman di organisasi baru kali ini aku melihat dan mendengar kak Jusman berkata kasar. selama ini dia selalu mendiktekan pada kami para kader baru akan pentingnya kesopanan berbicara dan bertingkah laku sehingga masyarakat bisa membedakan mana Mahasiswa mana Tukang Becak.
"OK....Mulai sekarang arah haluan pergerakan kita tidak lagi sama Bung... kamu dengtan caramu dan aku dengan caraku" sanggah kak Herman.
"Baik...sekarang kita voting, mana dari adik-adik kader yang mau ikut dengan mu dan mana yang mau ikut dengan ku..." jawab kak Jusman.
saat itulah awal mula keretakan dua kubu dalam organisasi kami. diantara sebelas orang kader batru yang ikut rapat. sebanyak 5 orang ikut dengan kak Herman dan sisanya ikut dengan kak Jusman, termasuk aku.
sejak pertengkaran yang terjadi beberapa waktu lalu di nsekertariat, teman-teman sesama kader baru yang ikut dengan kak Herman sudah sangat jarang ikut aktif di sekertariat. apa lagi sekeradar duduk sebentar untuk berdiskusi. keadaan ini oleh Kak Jusman dinilai sebagai hal biasa.
"hidup adalah pilihan dek..."
itulah kata yang keluar dari mulut kak Jusman setelah aku tidak lagi tahan untuk tidak bertanya.
praktis sejak saat itu, teman-teman kader yang ikut dengan Kak Herman, hanya datang ke sekertariat untuk mengisi daftar hadir sebagai sebuag kewajiban bagi para kader baru. setelah itu mereka langsung menghilang entah kemana. aktivitas diskusipun seperti biasanya berlangsung seru meski tidak seramai yang dulu.
berselang tiga hari sebelum aku berada diruangan perawatan rumah sakit ini. seingatku berlangsung sebuah demontrasi gabungan semua mahasiswa diseluruh kampus di provinsi tempat aku tinggal. waktu itu bertepatan dengan hari anti lingkungan hidup sedunia yang dirangkaikan dengan kunjungan bapak wakil Presiden yang berasal dari Provinsi trempat aku tinggal.
sebagai organisasi kamahasiswaan yang tergolong Militan di Indonesia, organisasi tempat aku berada langsung merespon kunjungan itu dengan melakukan pawai besar-besaran dengan menggunakan kendaraan bermotor. setelah pada malam harinya kami para kader, baik itu baru maupun yang sudah lama serta beberapa orang kakak dewan pembina diwajibkan untuk mengenakan jaket almamater kampus berserta atribut organisasi berupa bendera, topi dan kalung yang saat pengkaderan dulu kami diwajibkan untuk membelinya dengan harga yang tidak masuk akal.
disaat pawai akhirnya berakhir, kami para demontsran kemudian bergerak untuk memboikot pintu gerbang kampus dan menyandra mobil sepuluh roda yang kebetulan lewat di depan kampus kami.
setelah dengan susah payah kami paksa dan gertak akhirnya sopir mbil tersebut berhenti dan menurunkan muatannya yang berupa tanah timbunan di tengah jalan depan gerbang kampus kami. praktis ruas jalan arteri di kota kami tersebut lumpuh di sisi dimana timbunan tersebut berada.
dengan tidak mempedulikan suara sesak bunyi klason kendaraan dan amarah para masyarakat yang terganggu oleh ulah kami. dengan sigap sosok yang kukenali sebagai kak Jusman langsung naik ke bawdan mobil dengan memkbawa pengeras suara kemudia berorasi dengan rotorika yang aku kagumi sejak dulu.
tidak terlalu jrelas apa yang dibicarakannya, karena konsentrasiku terbagi antara lapar, haus, dan karena sengatan matahari yang pastinya dia berbicara tentang masalah aktual tentang lingkungan dan ketidakpedulian pemerintah terhadap nasib rakyat kecil. itu yang ku ingat.
namun setelah hampir setengah jam berorasi tiba-tiba dari areah lain datang mobil artileri yang dengan cepat aku kenali sebagai mobil SATUAN ANTI HURU-HARA kepolisian. dengan setengah memaksa, mereka langsung menyeret tubuh kak Jusman yang memang tidak seberapa besar ukurannya untuk turun. sangat jelas kami melihat, senior yang selama ini kami kagumi tidak berdaya melawan pukulan demi pukulan yang diberikan pada aparat tersebut yang aku lihat sebanyak lima orang.
tidak berapa lama berselang aku dan teman demonstran yang lain langsung berteriak bersamaan.
"SERBUUUUU....!!!!!"
dengan semua amarah yang meledak kami kemudian menyerang para aparat dengan membabi buta dan tentunya adalah hal yang gampang bagi para aparat tersebut untuk melumpuhkan kami yang hanya dipersenjatai bongkahan beton yang kami congkel di jalanan peping kampus kami.
tidak ada lagi yang aku ingat setelah itu sampai aku menyadari tubuhku telah terbaring lemah di rumah sakit.
setelah hampir satu minggu di rawat inap di rumah sakit, akhirnya aku di ijinkan pulang, ternyata selama dua minggu pihak rektorat kampus telah meliburkan para mahasiswanya.
karena agak jenuh di kamar kos dan karena merasa sudah baikan aku berangkat menuju kampus.
sangat sedih hatiku melihat kampus yang tampilanmnya sangat berantakan dengan batu dan kaca bangunan bertebaran dimana-mana serta serbang kampus dan beberapa bangunan yang rusak parah.
ternyata setelah penyerbuan yang kami lakukan, aparat kemudian berhasil melumpuhkan kami lalu memaksa kami untuk masuk kampus kemudian merusak beberapa fasilitas kampus kami.
aku tidak tahu lagi bagaimana kabnar teman-teman ku yang juga ikut berdemo, tapi berita yang aku dapat. bahwa senior yang aku kagumi kak Jusman belum sadar dari koma akibat pukulan keras yang dia perolehg di kepalanya. isu yang aku dapat bahwa penyerangan seperti binatang tempo hari di kampus kami ternyata didalangi oleh sebuah partai politik yang merupakan lawan politik dari presiden yang terpilih. di kota kami, partai tersebut memang aktif menjaring kalangan muda dan mahasiswa yang salah satu kader yang sangat aktif adalah kak Herman. orang yang pernah berselisih pendapat denganm panutan kami. dia dengan licik meminta dana dari partainya untuk menyuap para preman dan tukang pukul serta aparat untuk dengan sengaja membubarkan dan merusak aksi demontrasi kami.semuanya karena uang.
AH, Uang.....INIKAH WUJUDMU WAHAI TUHAN...???
Selesai.........
Makassar, 03 April 2015
dari Muh. Munsir Muchtar
Kamis, 26 Maret 2015
Jurusan PKLH UNM
Kebijakan
pemerintah untuk memacu percepatan pembangunan, terutama dalam menghadapi era
globalisasi abad-21 yang penuh dengan berbagai tantangan dan persaingan,
memerlukan pakar-pakar dengan kualifikasi yang andal di bidang pendidikan dan
rekayasa sosial-budaya. Untuk itu perlu dipersiapkan dan dikembangkan tenaga
ahli dan atau terdidik yang mampu mengembangkan secara ilmiah sistem
perekayasaan sosial budaya, khususnya dalam pengelolaan perencanaan dan
pengembangan kependudukan dan lingkungan hidup pada akhirnya mampu merancang,
melaksanakan dan mengevaluasi program-program pendidikan kependudukan dan
lingkungan dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia dan kualitas lingkungan.
Dalam kaitan itu, mulai tahun
akademik 1999/2000 dikembangkan Program Pascasarjana (S2), Magister Pendidikan
Kependudukan dan Lingkungan Hidup yang telah memperoleh SK pendirian Direktur
Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdikbud, Nomor 185/DIKTI/KEP/T/99 Tanggal
18Agustus 1999.Program Magister PKLH tidak lagi bernaung di bawah payung
Program Studi Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, tetapi telah berdiri sendiri yang
terutama diperuntukkan bagi para eksekutif yang melaksanakan fungsi-fungsi
pendidikan dan pelatihan kependudukan dan lingkungan hidup, pada setiap
departemen, intansi, badan usaha, perusahaan, lembaga, dan yayasan itu, untuk
memberi kesempatan kepada para pejabat yang berminat.
VISI DAN MISI PENDIDIKAN
Dalam memacu pembangunan di negara
yang berlandaskan Pancasila, tidak hanya dibutuhkan orang-orang cerdas dan
terampil dalam bidang tertentu, seperti dalam bidang pendidikan ilmu-ilmu
sosial, tetapi teramat penting adalah kehadiran para ahli yang mampu meletakkan
dasar moral dan kepribadian yang sesuai dengan Pancasila Oleh karena itu,
program ini dikemas untuk mempersiapkan SDM dengan keahlian Pendidikan
Kependudukan dan Lingkungan Hidup yang memiliki daya nalar dan moral yang
kokoh, serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian
visi program magister ini adalah membentuk manusia berilmu, beriman, dan
beramal, pengembang pendidikan ilmu-ilmu sosial khususnya pendidikan
kependudukan dan lingkungan hidup.
Misi yang diemban : (1) menyelenggarakan
pendidikan tingkat magister, yaitu Magister Pendidikan (S2) Pascasarjana, yang
diharapkan nanti akan menunjang program Doktor Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial;
PKLH (S3), (2) menyeleng-garakan penelitian, pengkajian, dan pengembangan,
serta pelayanan kepada masyarakat, (3) meningkatkan relevansi dan efisiensi
eksternal program S2, baik dalam penjaringan calon mahasiswa, faktor kebutuhan
lapangan, employbility lulusan, maupun terhadap kebutuhan pengembangan staf
akademik Perguruan Tinggi, Kanwil Depdikbud, sekolah, dan instansi lain yang
menyelenggarakan program pendidikan dan atau pelatihan, dan menangani
masalah-masalah sosial, Depsos, Depnaker, Depkes, Deptrans, Deppen, Depdagri,
Deptan, Dephun, BKKBN, dsb.
TUJUAN PENDIDIKAN
a. Tujuan Umum
1. Peningkatan dan pengembangan
tenaga kependidikan Program Sarjana (S1) di bidang Kependidikan Kependudukan
dan Lingkungan Hidup, pada kawasan kognisi, afeksi, dan aplikasi.
2. Pengkajian masalah-masalah
kependudukan dan lingkungan dan pelatihan, yang menyangkut wawasan, konsep,
metodologi, dan operasionalisasi pendidikan melalui perkuliahan,
seminar/diskusi, pemberian tugas, dan penelitian.
b. Tujuan Khusus
Menghasilkan tenaga pendidikan
dengan gelar Magister yang :
1. Mempunyai kemampuan meningkatkan
pelayanan profesi dengan jalan penelitian dan pengembangan ilmu-ilmu sosial dan
pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup;
2. Mempunyai kemampuan
berpartisipasi dalam pengembangan bidang ilmu, khususnya ilmu sosial dan
pendidikan ilmu-ilmu sosial, bidang kependudukan dan lingkungan hidup.
3. Mempunyai kemampuan
mengembangkan pe-nampilan profesionalnya dalam spektrum yang lebih luas, dengan
mengaitkan bidang ilmu dengan profesinya;
4. Mempunyai kemampuan merumuskan
pendekatan pemecahan berbagai masalah pendidikan dan kependudukan dan
lingkungan dengan cara penalaran ilmiah.
PROGRAM PERKULIAHAN
Program perkuliahan dilaksanakan
dengan Sistem Kredit Semester (SKS). Jumlah SKS yang harus ditempuh sebanyak
47-50 SKS, ditempuh selama 4 semester, termasuk 6 SKS untuk tesis dan 2 SKS
untuk seminar proposal.
Program Magister Pendidikan
Kependudukan dan Lingkungan hidup menekankan pada mata ajaran bidang studi
pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dengan kebulatan studi yang
diarahkan pada penguasaan bidang-bidang pendidikan kependudukan dan lingkungan
hidup melalui paket program yang utuh.
Bidang Kekhususan :
Pendidikan Kependudukan | Pendidikan Lingkungan Hidup | Pendidikan Konservasi Lingkungan | Pendidikan Geografi
Pendidikan Kependudukan | Pendidikan Lingkungan Hidup | Pendidikan Konservasi Lingkungan | Pendidikan Geografi
Kamis, 05 Februari 2015
panel puisi....
RESOLUSI 15
JANUARIadalah masa yang telah berlalu
ketika semua serba termangu
aku akan tetap berburu
mengawali semuanya dengan mencari tahu
FEBRUARI
mengawali hari dengan bangun pagi
kususuri hari yang penuh misteri
karena hidup memerlukan sensasi
tepat ketika semuanya terbuai mimpi
aku bangun karena budaya semedi...
menepi untuk memaknai arti kata sendiri
tidak ada lain, hanya agar semakin tajam dalam mempersiapkan mimpi
MARET
adalah periodisasi ketiga sebuah masa
setelah ikut menepi untuk mempertajam cita
aku pulang dengan segudang semangat yang punya daya cipta
segudang pengalaman yang memberikan arti pentingnya cerita
serta sebuah harapan akan datangnya sebuah harta
APRIL
menggapai mimpi melalui dikte
menjalani hari dengan terus-menerus memperbaharui sense
meski terkadang semua orang menganggapnya hannya sebuah bingkai klise
semangat baja dan konsistensi akan membuktikan bahwa pemenang adalah mereka yang bisa keluar dari bingkai kehidupan yang merupakan kumpulan slide
MEI
waktu akhirnya mendekati saat bagi kita untuk meretas
memulai hari dengan prinsip berantas rasa malas
menutup hari dengan mengukir tinta prestasi emas
dengan membubuhkan bukti melalui media kertas
semua yang katanya pedas akan mulai diberantas
JUNI
periode dimulainya sebuah ronde
diawali dengan tetap mengingat bahwa hidup adalah sekumpulan kode
maka hari-hari selanjutnya dipenuhi dengan semangat semeriah parade
sampai saat ditengah-tengah bertemu dengan awal dari sebuah hidup yang "PAUSE"
"PAUSE" makan yang adalah sebuah kode
"PAUSE" minum yang adalah sebuah kode
"PAUSE" apapun yang merupakan kode
JULI
adalah masa ketika asa tambah memikat
ketika masa akhir "PAUSE" sudah semakin dekat
dengan keberanian melakukan sebuah aksi nekat
meskipun sekeliling jumlahnya sedikit namun tetap tidak memberi sekat
akhirnya MENJEMPUT REVELUSI akhirnya merapat
AGUSTUS
mudah-mudahan semuanya berjalan mulus
karena dibarengi dengan semangat dan hati yang tulus
waktu akan membuktikan siapa dari sekumpulan pemenang yang akan lulus
karena semangat yang tidak akan pupus
meski sekeliling selalu hendak berniat untuk menghapus
SEPTEMBER
periode yang akan membuktikan bahwa meski gagal semangat tidak akan terpenggal]
meskipun sebagian orang selalu memberikan pengaruh yang terasa janggal
dengan kesabaran yang serupa tentara mugal
apapun yang menghadang akan dilawan dengan semangat yang tidak meninggal
OKTOBER
sebagian waktu telah hendak mendekati akhir
jangan lupa selalu mengabadikan prestasi yang terukir
melalui daya nalar yang terus menerus menyerjakan fikir
dengan diselingi kegiatan dzikir
NOVEMBER
tinggal sejenak sebelum akhirnya semuanya terasa lebih enak
ketika beban semuanya sudah terlepas dari benak
seharusnya ada revolusi yang melahirkan mimpi yang beanak-pinak
sisa sekitar 30 hari hingga akhir dari mimpi yang di ternak
DESEMBER
akhir dari sebuah periode
adalah awal datri sebuah ronde
kembali dengan menggunakan banyak kode
guncangkan dunia dengan serangan ide
Jumat, 23 Januari 2015
Ayah, Aku ingin berwirausaha (BERBISNIS BAHAN BANGUNAN)
Bisnis toko bahan bangunan merupakan bisnis yang
memiliki prospek cerah dan paling menjanjikan.Tidak heran, banyak orang yang
bermimpi memiliki usaha ini, namun tidak jarang pula impian memiliki toko bahan
bangunan hanya sebatas angan-angan karena terbentur modal. Anggapan bahwa
memiliki toko bahan bangunan membutuhkan modal yang besar sering menyurutkan
nyali dan membuat mundur teratur.
Padahal di era yang penuh dengan fasilitas seperti
sekarang ini, banyak cara yang bisa dilakukan untuk terjun ke bisnis toko bahan
bangunan tanpa perlu mengeluarkan modal yang dapat dilakukan oleh semua orang.
Membuka toko bahan bangunan bisa jadi
alternatif peluang usaha yang menjanjikan keuntungan besar, namun saat hendak
memulainya seringkali kita terbentur dengan suatu momok yang bernama MODAL,
benarkah itu? jika mau melihat lebih dalam ternyata modal itu tidak harus
berupa UANG karena meskipun punya uang banyak tetapi jika tidak diimbangi
dengan jenis modal yang lain maka bisa jadi habis tanpa keuntungan, sebaliknya
meskipun mempunyai uang sedikit bisa jadi usaha toko bangunan berkembang pesat
jika komponen modal yang lain tergolong kuat. inilah rahasia modal utama
membuka toko bahan bangunan
Modal membuka toko bahan bangunan:
Modal membuka toko bahan bangunan:
- Niat atau keinginan untuk mewujudkan sebuah toko bangunan impian berupa bayangan dan harapan untuk memulai usaha.
- Relasi bisa berupa calon konsumen, rekanan suplier bahan bangunan dan hubungan baik dengan pihak-pihak yang akan mendukung kegiatan toko material. ini sangat penting karena semakin baik hubungan dengan konsumen maka kemungkinan untuk mendapatkan pembali akan tinggi, begitu juga dengan hubungan baik dengan suplier maka bisa jadi mendapatkan modal bahan bangunan yang tidak perlu dibayar dimuka.
- Lokasi usaha, semakin bagus calon tempat toko maka akan semakin besar kemungkinan untuk berkembang menjadi besar, untuk meningkatkan pelayanan bisa membuat toko bangunan online sehingga dapat diakses pembeli dari manapun asalkan ada sinyal internet.
- Ilmu bahan bangunan berguna untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri material yang bagus namun masih tergolong harga murah sehingga konsumen senang dan jualan laris.
- Sikap dan budi pekerti baik, ini merupakan modal besar dalam melakukan segala aktifitas misalnya seorang pedagang yang jujur tentu akan lebih disukai pelanggan, pedagang yang ramah bisa membuat pembeli betah dan hal-hal baik lainya yang dapat mengantarkan ke gerbang kebahagiaan.
- Tenaga kerja yang handal diperlukan untuk operasional toko seperti tukang bangunan bagian melayani pembeli akan sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.
- Ilmu ekonomi usaha untuk mengatur cash flow keuangan bisnis sehingga dapat diatur suatu kondisi yang lebih besar pemasukan dari pada pengeluaran.
- Uang sebagai alat tukar pembayaran dan membeli material yang akan dijual di toko bangunan.
- Doa kepada Tuhan yang maha kuasa yang maha berkehendak menciptakan suatu kondisi pada setiap makhluk ciptaan.
- Kemampuan melihat peluang dan gambaran masa depan contohnya dengan membuka toko bangunan ditengah sawah tak berpenghuni bisa jadi menjadi bahan tertawaan bagi sebagian orang, namun ketika area sawah tersebut berubah menjadi lingkungan perumahan maka bisa ditebak siapa yang menjadi pemenang
Manusia yang selalu membutuhkan makan, pakaian dan perumahan, ternyata dapat menciptakan berbagai peluang usaha yang menjanjikan. Bisnis makanan, bisnis pakaian serta bisnis properti menjadi contoh peluang usaha yang muncul seiring dengan permintaan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Salah satu bisnis yang saat ini berkembang pesat yaitu bisnis properti, kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal menjadikan peluang usaha ini dicari masyarakat. Saat ini peluang usaha properti, tidak hanya fokus membangun rumah dan menjualnya saja. Masih banyak peluang dalam binis properti yang dapat dicoba, salah satu bisnis yang mendukung kebutuhan properti seperti bisnis bahan bangunan juga memiliki prospek pasar yang cukup besar. Karena selama masih ada pembangunan rumah, kantor, sekolah, serta gedung lainnya, bahan bangunan seperti besi, semen, cat, keramik, dan kayu akan terus dibutuhkan pasar.
Konsumen.Sasaran pasar bisnis bahan bangunan adalah masyarakat umum yang sedang merencanakan pembangunan rumah, atau pembangunan gedung lainnya. Selain masyarakat umum, target pasar yang lebih luas seperti kontraktor proyek bangunan serta beberapa pelaku bisnis properti dapat dijadikan sebagai jaringan untuk memperoleh konsumen yang memerlukan bahan bangunan. Karena pelaku bisnis properti, membutuhkan material dan bahan bangunan untuk memenuhi permintaan perumahan dari konsumennya.
Info Produk
Bahan bangunan yang paling sering dibutuhkan pasar antara lain pasir, genteng, batu bata, besi, semen, paku, kayu, triplek, cat, pipa, dan masih banyak lagi bahan bangunan yang diminati pasar. Produk yang beredar dipasaran pun memiliki berbagai macam merek, dengan harga jual yang bervariasi sesuai dengan kualitas bahan bangunan tersebut.
Sekedar gambaran harga bahan bangunan saat ini, untuk pasir berkisar antara 100ribu sampai 170ribu, harga batu bata pres tangan Rp 300,- per buah dan untuk batu bata pres mesin dijual dengan harga sekitar Rp 450,- per buah. Sedangkan untuk harga semen saat ini berkisar 50ribu sampai 55ribu, harga jual tergantung merek semen. Biasanya untuk bahan bangunan harga yang ditawarkan bervariasi sesuai dengan kualitasnya, jadi bisa disesuaikan dengan kantong konsumen.
Pemasaran
Untuk memasarkan bahan bangunan, Anda dapat menjalin kerjasama dengan beberapa pihak yang menjalankan bisnis properti maupun kontraktor yang menjalankan proyek bangunan. Sehingga kebutuhan bahan bangunan yang mereka butuhkan, dapat Anda penuhi.
Disamping itu jika Anda memiliki modal yang cukup, Anda dapat membuka toko bahan bangunan sendiri. Dan untuk menarik minat pelanggan, Anda dapat memberikan potongan harga untuk pembelian diatas nominal tertentu. Atau bisa juga memberikan bonus produk tertentu, jika sudah membeli lebih dari nominal rata – rata yang telah ditentukan.
Sedangkan untuk memperluas jangkauan pasar, dapat Anda lakukan dengan memasang iklan di berbagai media. Seperti media cetak, media elektronik, maupun media online melalui internet untuk menjangkau konsumen yang ada di daerah – daerah.
Keuntungan usaha
Meningkatnya pembangunan yang saat ini banyak bermunculan, memberikan prospek besar bagi bisnis ini. Karena selama masih ada pembangunan, selama itu pula bahan bangunan akan dibutuhkan masyarakat. Disamping itu bahan bangunan tidak memiliki masa kadaluarsa seperti bahan makanan, sehingga stok barang dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama dengan resiko kerugian barang rusak yang tidak terlalu besar dibandingkan usaha lainnya.
Kendala usaha
Meningkatnya minat pasar, menjadikan banyak pelaku bisnis yang membuka bisnis bahan bangunan. Sehingga persaingan pasar semakin ketat, dengan menawarkan harga yang sangat bersaing. Selain itu selera konsumen akan produk bahan bangunan juga cepat berpindah sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan dunia properti, sehingga konsumen akan mencari produk bahan bangunan yang tipenya lebih baru sesuai mode perumahan saat ini.
Kunci Sukses
Perluas jaringan kerjasama Anda dengan pelaku bisnis lain yang dapat mendukung bisnis bahan bangunan Anda. Sehingga pemasaran produk bahan bangunan Anda lebih luas. Selain itu usahakan untuk mengikuti perkembangan pasar bahan bangunan yang paling banyak dicari saat ini, sehingga pelanggan Anda tidak akan berpindah ke tempat lain. Kualitas produk juga harus dijaga, karena konsumen biasanya mencari bahan bangunan yang berkualitas.
Analisa Usaha
Modal awal
Mobil pick
up
Rp 70.000.000,00
Bahan baku
( pasir, semen, batu bata, besi, cat ) Rp 100.000,000,00+
Total
Rp 170.000.000,00
Biaya penyusutan mobil selama penggunaan 5 tahun
= 1/ 60 bulan x Rp 70.000.000,00 = Rp 1.166.600,00
Biaya operasioal per bulan
Sewa tempat per bulan
( Rp 15.000.000,00/th : 12 bulan )
Rp 1.250.000,00
Belanja bahan baku per
bulan Rp 50.000.000,00
Gaji karyawan ( 2 x Rp 800.000,00 )
Rp 1.600.000,00
Transportasi
Rp 600.000,00
Listrik
Rp 100.000,00
Penyusutan
mobil
Rp 1.166.600,00+
Total
Rp 54.716.600,00
Omset per bulan
Perhitungan omset per hari kurang lebih Rp 2.000.000,00,
dengan pendapatan sebagai berikut :
- Pendapatan pasir (6 x @ Rp 150.000,00 /m3) = Rp 900.000,00
- Semen ( 8 x @ Rp 53.000,00 / sak
) = Rp 424.000,00
- Batu bata ( 1.000 x Rp 300,00
/buah = Rp 300.000,00
- Cat tembok ( 5 x @ Rp 75.000/ 5kg
) = Rp 375.000,00+
Total
= Rp 1.999.000,00
Jadi omset per bulan
( Rp 1.999.000,00 x 30 hari )
= Rp 59.970.000,00
Laba per bulan
( Rp 59.970.000,00 - Rp 54.716.600,00 ) =
Rp 5.253.400,00
ROI (Return of Investment)
( modal awal : laba per bulan )
= < 3 tahun
retail bahan bangunan. secara spesifik
klaisifikasinya adalah:
1. divisi logam:
mengelola besi konstruksi, rangka baja, seng (spandek, sakura roof, gajah,
sermani, dll), baut dan mor, kawat duri, dll
2. divisi warna: cat
(tembok dan kayu), thinner ( A gloss, A, dan B), palitur, meni (kayu dan besi),
plamir, dempul, dll
3. divisi lantai:
tegel/keramik (20x20, 20x25, 30x30, 25x25, 25x40, 40x40, dll), kuku tegel, les
tegel, semen naad, dll
4. divisi listrik:
segala jenis lampu, fitting(gantung dan falpon), stekker, stop kontak, segala
jenis kabel, mesin2 listrik, dll
5. divisi dasar: semen, pasir, batu bata, A-Plus, Cornice, Tripleks,
kalsi board, dll
6. divisi plumbing: segala jenis pipa, segala jenis sambungan, BCP dll
7. divisi campuran:
engsel, hak angin, grendel, alat pertukangan, talang karet, seng licin, rang
pasir, tempel seng, dll
Kamis, 04 Desember 2014
cara menghitung jumlah sapuan
1. cara menghitung jumlah sapuan atap
kisaran panjang atap(1 kaki = 30 cm = 0.3 m)
seng 5 = 5 x 30 = 150 cm = 1.50 m
seng 6 = 6 x 30 = 180 cm = 1.80 m
seng 7 = 7x 30 = 210 cm = 2.10 cm
seng 8 = 8 x 30 = 240 cm = 2.40 m
seng 9 = 9x 30 = 270 cm = 2.70 m
seng 10 = 10 x 30 = 300 cm = 3. 00 m
lebar rata-rata = 100 cm = 1.00 m
batas toleransi panjang yang bebas = 30 cm
jumlah sapuan atap
a. sapuan lebar
misalkan lebar kuda-kuda = 8,70 m
karena lebar atap 1 m, maka sapuan lebar 8,70/.1= 8.70 = 9
b. sapuan panjang
misalkan panjang kuda-kuda = 11,21 m
sesuai kisaran panjang, maka:
: 3 lembar seng 10 = 3m + 3m + 3m + 9m
: panjang yang terikat = 11,21- 9= 2,21 m
: panjang yang mendekati = 2,40 m (seng 8)
: panjang yang bebas = 2,40-2,21 = 19 cm
jadi sapuan adalah 9 lembar seng 10 dan 1 lembar seng 8
2. cara menghitung sapuan plafon
misalkan panjang sapuan adalah 8,93 m dan lebar sapuan = 7,60 m
panjang penutup= 2,40 m dan lebar penutup 1.50 m
maka, luas sapuan :
= P x L
= 8,93 x 7,60
= 67,898 = 68
luas penutup:
= P x L
= 2.40 x 1.50
= 3,6 = 4
jadi jumlah sapuan :
LUAS SAPUAN/LUAS PENUTUP
= 68 / 4
= 17
jadi jumlah lembaran penutup adalah 17 lembar
kisaran panjang atap(1 kaki = 30 cm = 0.3 m)
seng 5 = 5 x 30 = 150 cm = 1.50 m
seng 6 = 6 x 30 = 180 cm = 1.80 m
seng 7 = 7x 30 = 210 cm = 2.10 cm
seng 8 = 8 x 30 = 240 cm = 2.40 m
seng 9 = 9x 30 = 270 cm = 2.70 m
seng 10 = 10 x 30 = 300 cm = 3. 00 m
lebar rata-rata = 100 cm = 1.00 m
batas toleransi panjang yang bebas = 30 cm
jumlah sapuan atap
a. sapuan lebar
misalkan lebar kuda-kuda = 8,70 m
karena lebar atap 1 m, maka sapuan lebar 8,70/.1= 8.70 = 9
b. sapuan panjang
misalkan panjang kuda-kuda = 11,21 m
sesuai kisaran panjang, maka:
: 3 lembar seng 10 = 3m + 3m + 3m + 9m
: panjang yang terikat = 11,21- 9= 2,21 m
: panjang yang mendekati = 2,40 m (seng 8)
: panjang yang bebas = 2,40-2,21 = 19 cm
jadi sapuan adalah 9 lembar seng 10 dan 1 lembar seng 8
2. cara menghitung sapuan plafon
misalkan panjang sapuan adalah 8,93 m dan lebar sapuan = 7,60 m
panjang penutup= 2,40 m dan lebar penutup 1.50 m
maka, luas sapuan :
= P x L
= 8,93 x 7,60
= 67,898 = 68
luas penutup:
= P x L
= 2.40 x 1.50
= 3,6 = 4
jadi jumlah sapuan :
LUAS SAPUAN/LUAS PENUTUP
= 68 / 4
= 17
jadi jumlah lembaran penutup adalah 17 lembar
Langganan:
Postingan (Atom)